LOMBOK TIMUR – LIDI Foundation terus mendorong terbukanya akses kerja yang setara bagi penyandang disabilitas melalui penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pelatihan vokasi, organisasi penyandang disabilitas, serta sektor swasta dan badan usaha milik daerah (BUMD). Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Workshop Pemadanan Peluang Kerja dan Penguatan Unit Layanan Disabilitas (ULD) Ketenagakerjaan yang diselenggarakan bersama Jaringan Ketenagakerjaan Inklusi (JAKIN) di Kabupaten Lombok Timur.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mempertemukan kebutuhan tenaga kerja perusahaan dengan potensi, keterampilan, dan kompetensi penyandang disabilitas. Selain itu, lokakarya ini mendorong pemberdayaan ULD Ketenagakerjaan agar dapat berfungsi sebagai layanan yang menjembatani pencari kerja penyandang disabilitas dengan dunia usaha dan dunia industri.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lombok Timur, Muhammad Irham Jayadi . Dalam perayaannya, beliau menyampaikan apresiasi terhadap pertemuan JAKIN yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.
Ia juga memastikan dukungan pemerintah daerah terhadap pembentukan dan penguatan ULD Ketenagakerjaan di Lombok Timur. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penganggaran kegiatan ULD pada tahun 2027 serta rencana untuk segera merapikan Surat Keputusan (SK) ULD Ketenagakerjaan sebagai dasar penguatan kelembagaan dan pelaksanaan layanan.
Dukungan ini menjadi peluang penting bagi Yayasan LIDI dan organisasi penyandang disabilitas lainnya untuk memastikan bahwa kebijakan ketenagakerjaan inklusif tidak berhenti pada dokumen, tetapi diwujudkan dalam layanan dan kesempatan kerja yang nyata.
LIDI Foundation Menjembatani Penyayang Disabilitas dengan Dunia Kerja
Dalam kegiatan ini, LIDI Foundation mengambil peran penting sebagai organisasi yang mendorong penyediaan hak atas pekerjaan bagi penyandang disabilitas sekaligus menjembatani komunikasi dan kerja sama antara komunitas disabilitas, pemerintah, lembaga pelatihan, dan perusahaan .
Bagi LIDI Foundation, persoalan ketenagakerjaan penyandang disabilitas bukan semata-mata tentang ada atau tidaknya pekerjaan pekerjaan. Tantangan yang dihadapi juga mencakup keterbatasan akses informasi, kesempatan mengikuti pelatihan, kesesuaian kompetensi dengan kebutuhan perusahaan, aksesibilitas tempat kerja, serta masih adanya stigma terhadap kemampuan penyandang disabilitas.
Oleh karena itu, LIDI Foundation mendorong pendekatan yang lebih sistematis melalui pemadanan peluang kerja. Pendekatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan tenaga kerja perusahaan, memetakan kemampuan dan minat pencari kerja penyandang disabilitas, serta menghubungkan keduanya melalui pelatihan, pendampingan, dan proses rekrutmen yang inklusif.
LIDI Foundation juga mendorong agar penyandang disabilitas tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat program sosial, tetapi juga diakui sebagai sumber daya manusia yang memiliki potensi, keterampilan, dan hak yang sama untuk memperoleh pekerjaan yang layak.
Dalam konteks penguatan ULD Ketenagakerjaan, LIDI Foundation turut serta mendorong keterlibatan aktif organisasi penyandang disabilitas dalam program perencanaan, penyediaan informasi kebutuhan pencari kerja, penguatan akses pelatihan, serta pemantauan pelaksanaan kebijakan ketenagakerjaan inklusif.
Dengan demikian, ULD diharapkan tidak hanya menjadi struktur administratif, melainkan layanan yang benar-benar responsif terhadap kebutuhan penyandang disabilitas dan dunia usaha.
BPVP Lombok Timur Siap Bekerja Sama dengan Yayasan LIDI

Dukungan terhadap peningkatan kompetensi penyandang disabilitas disampaikan Kepala Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur, Imran Tahur, S.Hut., M.Si. Ia menyatakan kesiapan BPVP Lombok Timur untuk bekerja sama dengan LIDI Foundation sebagai perwakilan lembaga disabilitas dalam pelaksanaan program pelatihan bagi penyandang disabilitas.
Kerja sama ini menjadi bagian penting dari strategi LIDI Foundation untuk menghubungkan pengembangan keterampilan dengan kebutuhan dunia kerja nyata. Melalui koordinasi dengan BPVP, pelatihan diharapkan dapat disesuaikan dengan potensi peserta, kebutuhan industri, serta peluang kerja yang tersedia.
LIDI Foundation memandang bahwa pelatihan vokasi perlu diarahkan pada hasil yang terukur, mulai dari peningkatan keterampilan, sertifikasi kompetensi jika relevan, hingga terbukanya akses terhadap rekrutmen dan pekerjaan. Untuk mewujudkannya, diperlukan komunikasi berkelanjutan antara lembaga pelatihan, perusahaan, pemerintah, dan pencari kerja penyandang disabilitas.
Perusahaan Swasta dan BUMD Menyatakan Dukungan
Workshop yang menghadirkan perwakilan perusahaan swasta dan BUMD ini mendapat sambutan positif. Sejumlah perusahaan menyampaikan kesiapan untuk membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas sesuai kebutuhan dan kompetensi yang diperlukan.
PT Selaparang Pinice menyatakan kesiapan untuk mempekerjakan penyandang disabilitas. Dukungan serupa datang dari PDAM , yang menyambut baik peluang penerimaan tenaga kerja penyandang disabilitas yang memiliki kemampuan sesuai kebutuhan pekerjaan.

Sementara itu, PT Autore , perusahaan penanaman modal asing (PMA), juga menyatakan kesiapannya untuk mengambil bagian dalam membuka akses kerja bagi penyandang disabilitas.
Seno, perwakilan PT Autore, menyampaikan bahwa perusahaan siap menerima penyandang disabilitas sepanjang memiliki kemampuan yang dibutuhkan perusahaan.
Komitmen tersebut menjadi peluang bagi LIDI Foundation untuk memperkuat pemadanan antara profil pencari kerja penyandang disabilitas dan kebutuhan perusahaan, sehingga proses konservasi dapat berlangsung secara lebih terarah.
PT Autore sendiri selama ini telah memiliki kedekatan dengan komunitas penyandang disabilitas melalui berbagai program, termasuk beasiswa bagi penyandang disabilitas maupun nondisabilitas serta dukungan terhadap sejumlah program disabilitas yang dilaksanakan bersama lembaga lain.
Dukungan perusahaan seperti PT Autore, PT Selaparang Pinice, dan PDAM diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih konkret, baik melalui penyediaan informasi lowongan, pemetaan kebutuhan kompetensi, kesempatan magang jika tersedia, maupun pendanaan tenaga kerja penyandang disabilitas.
Mengawal Komitmen agar Menjadi Peluang Kerja Nyata
Bagi LIDI Foundation, hasil penting dari workshop ini bukan hanya munculnya pernyataan dukungan, tetapi juga terbukanya ruang kerja sama yang dapat ditindaklanjuti secara konkret.
Ke depan, LIDI Foundation mendorong beberapa langkah strategi, yaitu pencarian pencari kerja penyandang disabilitas beserta minat dan kompetensinya; identifikasi kebutuhan tenaga kerja perusahaan; penyelarasan program pelatihan vokasi; pembentukan SK dan fungsi ULD Ketenagakerjaan; serta pengembangan mekanisme koordinasi antara pemerintah, lembaga pelatihan, perusahaan, dan organisasi penyandang disabilitas.
LIDI Foundation juga mendorong penguatan ULD disertai pembagian peran yang jelas, program kerja terukur, dukungan anggaran berkelanjutan, dan mekanisme evaluasi yang melibatkan organisasi penyandang disabilitas.
Dengan pendekatan tersebut, ULD Ketenagakerjaan diharapkan dapat memberikan layanan yang lebih mudah diakses, mulai dari informasi informasi lowongan kerja, konsultasi kerja, peningkatan kompetensi, pemadanan tenaga kerja, hingga pendampingan ketika dibutuhkan.
Lokakarya ini menekankan pentingnya perubahan cara pandang terhadap penyandang disabilitas di dunia kerja. Mereka bukan sekedar objek bantuan sosial, melainkan warga negara yang memiliki hak untuk bekerja, memperoleh penghasilan, mengembangkan karir, dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.
LIDI Foundation menegaskan bahwa penyandang disabilitas tidak hanya membutuhkan bantuan, tetapi juga akses, kesempatan, dan pemberdayaan. Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, BPVP, JAKIN, perusahaan swasta, dan BUMD, LIDI Foundation mendorong agar komitmen yang telah disampaikan dalam workshop ini diterjemahkan menjadi kesempatan kerja yang nyata, inklusif, dan berkelanjutan bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Lombok Timur.