UNTUK MEMPERKUAT SINERGI TPKJM LINTAS SEKTORAL, LIDI FOUNDATION FASILITASI DINAS KESEHATAN LOMBOK TIMUR STUDI BANDING KE DIY

YOGYAKARTA, 30 OKTOBER 2026 — Dalam upaya memperkuat koordinasi dan sinergi Tim Penggerak Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) lintas sektor, LIDI Foundation memfasilitasi keterlibatan Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur dalam kegiatan kunjungan belajar (studi banding) dan Rapat Koordinasi Nasional TPKJM Pusat dan Daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada 29–30 Oktober 2026.

Kegiatan ini menjadi kesempatan penting bagi Pemerintah Kabupaten Lombok Timur untuk mempelajari secara langsung praktik baik penanganan dan rehabilitasi orang dengan disabilitas psikososial (ODDP) berbasis masyarakat, khususnya melalui penguatan kolaborasi antara pemerintah kabupaten, kecamatan, desa, fasilitas pelayanan kesehatan, keluarga, dan organisasi masyarakat sipil.

Kunjungan belajar pada 29 Oktober 2026 dilakukan ke sejumlah layanan dan inisiatif kesehatan jiwa berbasis masyarakat di DIY, di antaranya Layanan Harian Sanggar Kinasih di Kapanewon Godean, Kelompok Swabantu Luhur Jiwo di Sidoluhur, Pondok Pemulihan Sahabat, Rumah Pembelajaran Kesehatan Jiwa SATUNAMA, BRSBKL, KAK Dewa Condongcatur, dan Kemantren Gondomanan.

kepala dinas kesehatan lombok timur, H. Lalu Aries Fahrozi, S.Kep., M.Kep., saat memberikan pendapat/masukan.

Melalui kunjungan tersebut, peserta mendapatkan gambaran nyata mengenai bagaimana dukungan komunitas, pendampingan keluarga, rehabilitasi psikososial, serta koordinasi lintas sektor dapat berjalan secara terpadu untuk mendukung pemulihan dan pemberdayaan ODDP.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi Nasional TPKJM Pusat dan Daerah pada 30 Oktober 2026 di Gedhong Pracimasono Barat, DIY. Sebanyak 80 peserta dari 16 TPKJM kabupaten/kota dan provinsi serta delapan organisasi masyarakat sipil dan organisasi penyandang disabilitas mengikuti kegiatan tersebut.

Rakor ini menjadi ruang untuk membahas kebijakan nasional penyelenggaraan TPKJM, berbagi praktik baik, mengidentifikasi tantangan daerah, serta memperkuat strategi koordinasi lintas sektor dalam mewujudkan layanan kesehatan jiwa yang inklusif dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur, H. Lalu Aries Fahrozi, S.Kep., M.Kep., menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman dan semangat baru bagi jajaran pemerintah daerah dalam memperkuat pelayanan kesehatan jiwa di Lombok Timur.

“Saat perwakilan dari daerah kami berbagi, saya merasa kami tidak sendiri. Ternyata pekerjaan besar ini dikerjakan bersama-sama di seluruh penjuru negeri. Rakor ini bukan hanya soal laporan dan evaluasi, tapi tentang menguatkan kembali komitmen: bahwa Sehat Jiwa adalah Hak Semua Warga,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa berbagai pembelajaran dari DIY akan menjadi bahan untuk mengembangkan pendekatan pelayanan kesehatan jiwa yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Lombok Timur.

“Pulang dengan keyakinan baru bahwa ODDP di Lombok Timur juga punya hak yang sama untuk berdaya, untuk produktif, untuk bahagia. Ilmu dari Sleman dan Sidoluhur akan kami adaptasi. Semangat Rumah Belajar akan kami hidupkan di Lombok Timur,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Patuh Karya Keruak, Lombok Timur, M. Zaini Jauhari, yang turut mendampingi Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, menilai bahwa praktik koordinasi TPKJM di Kabupaten Sleman merupakan pembelajaran penting, terutama dalam penanganan dan rehabilitasi ODDP.

“Terkait dengan kaji tiru atau studi banding di Kabupaten Sleman, sangat bagus sekali sinergi TPKJM tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa terkait penanganan ODDP untuk rehabilitasi,” ujarnya.

Menurutnya, praktik baik tersebut diharapkan dapat diterapkan di Lombok Timur. Namun, keberhasilannya membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.

“Harapan saya, semoga apa yang dilakukan di Kabupaten Sleman bisa kita terapkan di Kabupaten Lombok Timur. Namun, untuk mewujudkannya harus ada dukungan semua pihak, pemerintah kabupaten yang tergabung dalam TPKJM tingkat kabupaten, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta lembaga masyarakat,” tegasnya.

Bagi LIDI Foundation, fasilitasi kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk mendorong penguatan sistem layanan kesehatan jiwa berbasis masyarakat sekaligus memastikan bahwa ODDP mendapatkan hak yang setara dalam pelayanan kesehatan, rehabilitasi, perlindungan, dan pemberdayaan sosial-ekonomi.

LIDI Foundation memandang bahwa penanganan kesehatan jiwa tidak dapat hanya dibebankan kepada sektor kesehatan. Diperlukan kerja bersama lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, sektor sosial, pendidikan, pemerintah desa, fasilitas kesehatan, keluarga, hingga organisasi penyandang disabilitas.

Melalui pembelajaran dari DIY, diharapkan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dapat mengembangkan model koordinasi TPKJM yang lebih kuat, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa. Dengan demikian, penanganan ODDP tidak hanya berorientasi pada pengobatan, tetapi juga pada pemulihan, penerimaan sosial, kemandirian, dan pemenuhan hak-hak mereka sebagai warga negara.

LIDI Foundation berharap pengalaman ini menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi lintas sektor di Lombok Timur, sehingga tidak ada ODDP yang tertinggal dalam memperoleh layanan, kesempatan untuk berdaya, dan kehidupan yang bermartabat. (ws)